Teologi yang selama ini adalah wadahnya pembunuh akal sehat dari PEMBODOH yang telah mencetak para BODOH
Sebab dari akibatnya, kamu semuanya tidaklah diselamatkan-Nya, karena kamu semua dapat diselamatkan-Nya hanyalah dengan melalui Roh-Nya, sebab Dialah Roh dan bukanlah FISIK yang telah mati di kayu salib itu! Dan sebagai buktinya bahwa Dialah Elohim (Roh) dan bukanlah FISIK, sebab Dia sendiri yang telah mengatakan "Aku di dalam Firdaus". Sedangkan didikan dari sekolahan "Dia mati di kayu salib", berarti mereka sedang mengajar PENYANGKALAN YESUS KRISTUS adalah Elohim.
Terbukti Para PEMBODOH dan para BODOH. ๐จ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐-๐ต๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐?
Jadi ROH yang adalah Sumber-Nya Roh, dan ROH yang memberikan Roh-Nya, itulah maksud dari kata MATI bagi ROH! Jadi kata MATI bagi ROH itu bukanlah ROH itu tiada atau ROH itu hilang, tetapi ROH yang memberikan Nyawa-Nya atau Roh-Nya (Markus 20:28; Markus 10:45), sebab ROH itu tidaklah tiada atau tidaklah hilang.
Jadi Sekolah Teologinya yang BODOH, yang telah membodohi akal sehat, sehingga semuanya jadi BODOH. Sebab dari akibatnya kamu semuanya tidaklah selamat, sebab Dia sendiri yang telah mengatakan "Aku di dalam Firdaus". Sedangkan didikan dari sekolahan "Dia mati di kayu salib, berarti mereka sedang mengajar PENYANGKALAN YESUS KRISTUS adalah Elohim.
Maksud dan Tujuannya disini adalah memperbaiki KESALAHAN dan KEKELIRUAN pemahaman akan arti kata MATI bagi KRISTUS sebagai penebusan dosa manusia. KESALAHAN dan KEKELIRUAN itu, disebabkan arti dan Wujud-Nya KRISTUS itu ROH, Dialah Elohim itu sendiri dan bukanlah manusia atau bukanlah FISIK. Maka arti kata MATI bagi ROH yang adalah Sumber-Nya Roh, yaitu ROH yang memberikan Nyawa-Nya (Roh-Nya) bagi tebusan dosa manusia (Matius 20:28; Markus 10:45). Oleh karena itu para PEMBODOH itulah yang selama ini telah MEMBODOHInya mereka, dan yang telah mengatakan YESUS KRISTUS telah mati di kayu salib dan yang telah menebus dosanya mereka, dan itulah para BODOH dan para PEMBODOH. Sebab dari KEBODOHANnya mereka, mereka dan para pendengar yang telah diyakininya TIDAKLAH AKAN DISELAMATKAN-Nya.
Jadi HARUSLAH kita semua disini memahami dari kalimat-Nya "Aku di dalam Firdaus (Lukas 23:43), ini artinya bahwa "Aku" disini adalah Elohim, Dialah Roh, dan bukannya manusia! ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ซ๐๐๐๐๐ง-๐๐ฒ๐ ❞๐๐ค๐ฎ❞ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ, ๐ค๐๐ซ๐๐ง๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฌ๐๐ฆ๐ฎ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฌ๐๐ฆ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ-๐๐ฒ๐ ๐๐๐ง ๐๐๐ญ๐๐ญ๐ซ๐๐ฉ๐๐ง-๐๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฌ๐๐ฅ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ก ๐๐ข๐ญ๐๐ ๐๐ฎ๐๐ข-๐๐ฒ๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข :
๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ข๐ (๐๐จ๐ฌ๐๐ ๐๐:๐๐; ๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini BERUBAH BENTUK menjadi Wujudnya FISIK atau Tubuhnya manusia, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH BERUBAH BENTUK menjadi FISIK atau Tubuh manusia yang telah mati di kayu salib itu, sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang ada di dalam Firdaus.
๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐ (๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini BERUBAH BENTUK menjadi Wujudnya FISIK atau Tubuhnya manusia, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH BERUBAH BENTUK menjadi FISIK atau Tubuh manusia yang telah mati di kayu salib itu, sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang ada di dalam Firdaus.
๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ (๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini BERUBAH BENTUK menjadi Wujudnya Manusia atau DAPAT DIBENTUK, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH BERUBAH BENTUK menjadi FISIK atau Tubuh manusia yang telah mati di kayu salib itu, sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang telah ada di dalam Firdaus.
Jadi HARUSLAH kita semua disini memahami dari kalimat-Nya "Aku di dalam Firdaus (Lukas 23:43), ini artinya bahwa "Aku" disini adalah Elohim, Dialah Roh, dan bukannya manusia! ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ซ๐๐๐๐๐ง-๐๐ฒ๐ ❞๐๐ค๐ฎ❞ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ, ๐ค๐๐ซ๐๐ง๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฌ๐๐ฆ๐ฎ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฌ๐๐ฆ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ-๐๐ฒ๐ ๐๐๐ง ๐๐๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ๐๐ง-๐๐ฒ๐ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฌ๐๐ฅ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ก ๐๐ข๐ญ๐๐ ๐๐ฎ๐๐ข-๐๐ฒ๐ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข :
๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini menjadi Wujudnya FISIK atau Tubuhnya manusia yang DAPAT DILIHAT, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH BERUBAH menjadi FISIK atau Tubuh manusia yang DAPAT DILIHAT dan yang telah mati di kayu salib itu. Oleh karena itu "Aku TIDAKLAH DAPAT DILIHAT dan TIDAKLAH DAPAT dibandingkan dengan yang telah mati di kayu salib itu", sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang telah ada di dalam Firdaus.
๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐๐; ๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐; ๐๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐๐๐ฆ๐ฎ๐๐ฅ ๐:๐; ๐๐ฒ๐ฎ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐-๐๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐๐:๐; ๐๐๐ซ๐๐ฆ๐ข๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ซ๐๐ฆ๐ข๐ ๐๐:๐๐; ๐๐ข๐ฌ๐๐ก ๐๐๐ซ๐ ๐๐๐ฌ๐ฎ๐ฅ ๐๐:๐๐; ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ฌ๐ ๐:๐๐; ๐๐๐ซ๐๐ง๐ข ๐:๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini menjadi Wujudnya FISIK atau Tubuhnya manusia yang DAPAT DISAMAKAN dengan yang lain, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH DAPAT DISAMAKAN dengan yang telah menjadi FISIK atau Tubuh manusia dan yang telah mati di kayu salib itu. Oleh karena itu "Aku TIDAKLAH DAPAT DISAMAKAN dengan yang telah mati di kayu salib itu", sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang telah ada di dalam Firdaus.
๐. ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ก-๐๐ฒ๐ ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ, ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ข๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐ฆ๐๐ญ๐ข (๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐; ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ฌ๐ ๐:๐๐; ๐๐๐ข๐ฆ๐จ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฌ ๐:๐๐; ๐๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

Apakah "Aku" disini menjadi Wujudnya FISIK atau Tubuhnya manusia yang DAPAT DIPANDANG, sebab disini telah dikatakan-Nya "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:24)? Tentu jawabannya kita semua, bahwa "Aku" disini TIDAKLAH DAPAT DIPANDANG dengan yang telah menjadi FISIK atau Tubuh manusia dan yang telah mati di kayu salib itu. Oleh karena itu "Aku TIDAKLAH DAPAT DIPANDANG dan TIDAKLAH DAPAT dibandingkan dengan yang telah mati di kayu salib itu ", sebab Wujud-Nya "Aku" adalah Roh, Dialah Elohim (Yesaya 61:1; Lukas 4:18-19; Yohanes 4:24) yang telah ada di dalam Firdaus.
Jadi sdra-sdriku ini adalah NASEHAT bagi kamu semua yang telah diBODOHI oleh para PEMBODOH - BODOH itu, bahwasannya yang mengatakan YESUS KRISTUS itu mati, maka yang mengatakan demikian adalah PENYANGKALAN YESUS KRISTUS adalah ELOHIM! Sebab ELOHIM itu ROH, Dia tidaklah mati, sebagai bukti-Nya bahwa Dialah ELOHIM, sebab Dia sendiri yang telah mengatakan "Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43). Dan Berikut ini Hukum-Nya dan Ketetapan-Nya, yang adalah Pengakuan-Nya sendiri, sehingga membuktikan dari pengakuan-Nya sendiri : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ข๐ (๐๐จ๐ฌ๐๐ ๐๐:๐๐; ๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐ (๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ (๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐๐; ๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ฌ๐๐ฒ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐; ๐๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐๐๐ฆ๐ฎ๐๐ฅ ๐:๐; ๐๐ฒ๐ฎ๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐-๐๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐:๐; ๐๐๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐๐๐:๐; ๐๐๐ซ๐๐ฆ๐ข๐ ๐๐:๐; ๐๐๐ซ๐๐ฆ๐ข๐ ๐๐:๐๐; ๐๐ข๐ฌ๐๐ก ๐๐๐ซ๐ ๐๐๐ฌ๐ฎ๐ฅ ๐๐:๐๐; ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ฌ๐ ๐:๐๐; ๐๐๐ซ๐๐ง๐ข ๐:๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)

๐. ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ก-๐๐ฒ๐ ๐๐ฅ๐จ๐ก๐ข๐ฆ, ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ข๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐ฆ๐๐ญ๐ข (๐๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐๐ง ๐๐:๐๐; ๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐; ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ฌ๐ ๐:๐๐; ๐๐๐ข๐ฆ๐จ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฌ ๐:๐๐; ๐๐๐จ๐ก๐๐ง๐๐ฌ ๐:๐๐), ๐ฌ๐๐๐๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ค๐๐ญ๐๐ค๐๐ง-๐๐ฒ๐ : ❞๐๐ค๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐
๐ข๐ซ๐๐๐ฎ๐ฌ❞ (๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ ๐๐:๐๐)